Review Berita Online


Media online merupakan salah satu media yang paling efektif di jaman globalisasi ini. Bentuknya yang ringkas dan efisien serta mudah diakses membuat media online menjadi salah satu alternatif penyaluran informasi kepada masyarakat yang paling digemari. Segala informasi ditampilkan di media onine, mulai dari informasi selebriti hingga berita. Salah satu media online yang paling digemari di Indonesia yaitu detik.com, tempo.co, dan tribunnews.com. berikut akan diperlihatkan review dari contoh berita yang ditampilkan di masing-masing media tersebut.
Pertama, detik.com. Salah satu berita yang diberikan yaitu berjudul “Jamaah Haji Solo  Kena Razia Air Zamzam di Bandara Jeddah” pada Senin, 21 Oktober 2013 pukul 22.14 WIB. Di dalam berita tersebut diinformasikan bahwa Kloter 3 embarkasi  Solo yang seharusnya telah dijadwalkan kembali ke tanah Air pada Senin (21/10/2013) terpaksa diperiksa dan ditahan di bandara Jeddah  karena kedapatan membawa air zamzam. Berita ini cukup menarik karena mengambil sisi lain dari kepulangan jemaah haji ke tanah air. Selain itu, pihak detik.com juga telah memberikan verifikasi kebenaran dan bersikap independensi terhadap berita tersebut. Hal ini ditunjukkan dari adanya pernyataan dari Kepala Seksi Pengamanan Daker Jeddah serta tidak berpihak kepada jamaah haji yang berasal dari Indonesia.
Kedua, yaitu tempo.co. Salah satu berita yang ada yaitu yang berjudul “Kamar digeledah, Gayus: Bongkar Saja Pak!” pada Senin, 21 Oktober 2013 pukul 01.48 WIB. Di dalam berita tersebut diinformasikan bahwa Otoritas penjara dan kepolisian melakukan razia di penjara Sukamiskin, Bandng pada Minggu malam, 20 Oktober 2013. Salah satu kamar tahanan yang ikut terazia yaitu Gayus Hasiloan Tambunan. Menurut saya, berita di tempo.co ini terkesan seperti menulis cerita, bukan menulis berita. Gaya penulisan yang santai serta tidak adanya verifikasi pembenaran (tidak adanya narasumber yang disebutkan dalam berita) membuat berita ini lebih terlihat seperti cerpen, dimana terdapat pendeskripsian berlebihan terhadap kamar Gayus. Selain itu, penggunaan kata “agaknya” pada kalimat “Gayus agaknya sedang tidur saat tim datang” menunjukkan keraguan dalam penulisan berita dan tidak menunjukkan adanya fakta yang seharusnya menjadi unsur utama suatu berita.
Yang terakhir yaitu berita dari tribunnews.com. Portal berita online ini menyajikan banyak berita, diantaranya berita yang berjudul “Walikota Makassar Akui Diperiksa KPK Terkait Kasus Korupsi” pada Senin, 21 Oktober 2013 pukuu 23.26 WIB. Berita tersebut menginformasikan tentang Walikota Makassar, Iham Arief Sirajuddin, yang diperiksa KPK selama 6 jam pada hari Senin (21/10/2013). Menurut tribunnews.com, pada awalnya Ilham tidak mengaku diperiksa KPK terkait kasus korupsi, namun setelah diperiksa pada hari Senin, Ilham mengaku diperiksa terkait proyek PDAM Makassar. Menurut saya, berita ini cukup menarik karena menggunakan kata “akui” yang merupakan daya tarik utamanya. Kata “akui” menunjukkan keterbaruan berita tersebut, karena sebelumnya Ilham tidak mengakui pemeriksaan tersebut. Berita ini juga menunjukkan adanya verifikasi pembenaran dan independensi berita (tidak memihak ke satu pihak) yang ditunjukkan oleh adanya pernyataan dari dua narasumber utama, yaitu Walikota Makassar dan Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi selaku pemeriksa. Selain itu, berita ini menunjukkan adanya investigasi yang dilakukan oleh pihak tribunnews.com terkait informasi pemeriksaan orang nomor satu di Kota Makassar ini.

Demikianlah review berita dari media online di Indonesia yang saya coba nilai berdasarkan pengetahuan yang saya peroleh pada pertemuan pertama Magang Media Center. Menurut saya, dari ketiga portal berita tersebut, yang paling cocok diterapkan di Media Center STAN yaitu berita dari detik.com dan tribunnews.com. Kedua media tersebut menunjukkan prinsip-prinsip utama jurnalistik mereka, walau tidak semua hal yang ditampilkan media tersebut merupakan berita. Ada juga informasi dunia selebriti Tanah Air yang kebenarannya tentu masih dipertanyakan. Semoga review berita ini dapat bermanfaat bagi kita semua. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Analisis Data Kualitatif Model Strauss dan Corbin (Grounded Theory)

Agresifitas Remaja dan Homoseks di Indonesia