RATU HIBERNATE (Season VI)
"gue suka sama lo Dis. sekarang gue benar-benar sadar kalau gue sayang sama lo! sorry gue terpaksa bilang ini sekarang. sorry karna yang bilang ini gue, bukan Diaz.."
kata-kata Iyan terus saja menghantui fikiranku, mataku masih saja menatap langit-langit kamar yang gelap. kulihat jam dindingku menunjukkan pukul 02.12 pagi, segera kuraih handphone-ku dan kubuka blogku yang mungkin sudah penuh dengan sarang laba-laba setelah kuingat hampir 2 minggu tak kujamah. aku kemudian mengecek komentar yang masuk ke dalam blogku, dan kutemukan ada 2 komentar baru yang belum sempat kubaca. yah, sudah kupastikan sebelumnya bahwa salah satu komentar yang masuk dari Sinichi Kudo, dan dugaanku tak meleset sedikit pun. kutemukan sebuah komentar di puisi yang kuposting dua minggu yang lalu.
Galau,kacau kurasakan di setiap hari ku
Saat ku tau kau pergi meninggalkan ku
Hancur,lebur kalbuku luluhlantah
Saat kau berikan ku fitnah
Ingin rasanya aku tertidur lelap
Agar semua yang kurasakan itu lenyap
Lenyap dari kehidupan ku
Dari dalam jiwa seorang gadis yang merindu
Kau bagaikan sebuah taman impian
Yang memberikan harapan dan kenangan
Tapi semua itu hanya angan,Kau tak pedulikan,kau tak hiraukan
Puing-puing hati yang tlah hancur menjadi abu
Kucoba membangun kembali semua itu dengan hati yang pilu
Wahai angin malam bawa pergi kesedihan ku
Bawa pergi kerinduan ku
Dan bawa kembali kebahagian di sisi ku
Sinichi Kudo said:
kata-katamu menunjukkan perasaanmu yang begitu sensitif dan dalam. sayang ya orang yang kamu maksud begitu tidak peka, andai saja itu aku, pasti keadaannya tidak akan seperti ini hehe :P keep smile dong ratu :)
sebuah komentar yang membuatku sedikit membuka bibir untuk tersenyum, segera ku balas komentar tersebut..
Ratu Hibernate said:
hahaha kamu tuh ya garing banget tau -_- eh bisa minta emailnya? kayaknya kamu teman yang baik deh, pengen cerita banyak nih T.T
belum sempat 10 menit, komentarku telah dibalas
Sinichi Kudo said:
haha akhirnya minta juga, nih email saya azdiazz@yahoo.***
segera saja kukirimi ia sebuah email, namun ternyata email tak langsung dibalas emailnya. ternyata sifat kepoku tiba-tiba muncul dan kupaste saja emailnya ke kotak search di facebook. *duuuaarrrrrrrr* begitu kagetnya aku ketika yang muncul di result ternyata manusia yang selalu menjadi inspirasi tulisan-tulisanku selama ini. ingin segera ku block akun email agar jejakku tak ketahuan oleh Diaz.
*fiiiuuuuuuhhhhhhhhhh* aku menarik nafas dalam-dalam, mungkin ini sudah waktunya Diaz tahu apa yang kurasakan, meskipun hal terburuk yang akan terjadi kedepannya telah terbayang-bayang di atas kepalaku. aku jadi tak berminat untuk melanjutnya chatting malam ini bersama sinichi Kudo yang ternyata adalah Diaz. kali ini aku berusaha memejamkan mata setelah melihat jam dindingku yang kini menunjukkan pukul 03.01 pagi.
Komentar
Posting Komentar